Home NASIONAL Purnawiyata 101 Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru, Kemenhut: Mereka Siap Kembali ke Masyarakat

Purnawiyata 101 Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru, Kemenhut: Mereka Siap Kembali ke Masyarakat

by admin admin

PEKANBARU – SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru Purnawiyata kelulusan siswa angkatan XV tahun ajaran 2025/2026, Rabu (13/5/2026). Total ada 101 siswa yang lulus dan mengikuti Purnawiyata tersebut.

Hadir dalam perpisahan tersebut, Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, Dr U Mamat Rahmat SHut MP dan Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi.

Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026 ini ada 101 siswa yang lulus. Mereka berasal dari dua jalur utama yakni jalur reguler dan jalur khusus.

Dikatakannya, jalur reguler itu adalah siswa yang tamat dari SMP ataupun MTs. Sementara untuk jalur khusus, mereka yang tamat dari SMP atau MTs namun berasal dari kelompok tani hutan dan keluarga kawasan penyangga konservasi.

“Untuk kedua jalur utama itu, memiliki kuota yang sama yakni 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk khusus,” ucap Slamet.

Ia menyebut, dari 101 siswa yang lulus, 24 orang diantaranya merupakan perempuan. Sementara sisanya adalah laki-laki.

Sementara itu, Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM, Mamat Rahmat, mengatakan bahwa Kementerian Kehutanan memiliki 5 SMK Kehutanan di seluruh Indonesia.

Lima SMK tersebut berada di Pekanbaru untuk region Sumatera, Kadipaten untuk region Jawa, Makasar untuk region Sulawesi, Samarinda untuk region Kalimantan, dan Manokwari untuk region Papua. Untuk semua sekolah tersebut, biaya keseluruhan ditanggung oleh negara.

“Nah kewajiban kami (mendidik siswa) sampai hari ini. Mereka sudah diwisuda, dilepas dan dikembalikan kepada orangtuanya, dan dititipkan kepada himpunan alumninya,” ujar Mamat.

Setelah dikembalikan ke orangtua masing-masing, kata Mamat, maka mereka tidak lagi menjadi tanggungan pemerintah. Jika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maka mereka akan dibebankan kepada orangtunya.

“Namun begitu, sebagian dari mereka yang lulus ada direkrut oleh menjadi Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Untuk ini, kita kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” ungkapnya.

Pada tahun ini, sebut Mamat, ada 40 orang yang direkrut untuk menjadi MMP. Kemudian ada juga yang direkrut Asosiasi Perusahaan Hutan Indonesia (APHI) sebanyak 16 orang. Kemudian ada yang direkrut untuk persemaian permanen di Solok dan Bukittinggi sebanyak 4 orang, serta ada 1 orang yang mendapatkan jalur prestasi dengan masuk ke IPB, dan sisanya ke perguruan tinggi di Sumatera.

“Selain itu, lulusan SMK Kehutanan juga kita dorong untuk mengikuti CPNS seperti di Polhut, Pengendali Ekosistem Hutan, Penyuluh Kehutanan, Manggala Agni, dan bahkan juga CPNS di pemerintah daerah,” katanya.

Meski banyak pilihan pekerjaan, namun pihaknya berharap mereka bekerja tetap di sektor kehutanan. Karena dengan kemampuan mereka, diharapkan kehutanan di Indonesia ini semakin membaik.

“Kita punya sumber daya alam yang begitu luas, kalau tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan punya daya saing yang tinggi hutan tidak akan bagus,” ucapnya.

Oleh sebab itu, dirinya menekankan agar hutan ini dikelola oleh orang yang kompeten, punya wawasan luas, kapabilitas atau skil dan memiliki attitude atau akhlak.

“Yang pintar banyak, yang terampil banyak, tapi kalau attitude atau akhlaknya tidak bagus bisa hancur juga itu hutan,” tegasnya. ZIK

You may also like

Alternative Text