Home ADVETORIAL Program Kerja Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Terealisasi, Turunkan Tarif Parkir Hingga Angka Kemiskinan

Program Kerja Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Terealisasi, Turunkan Tarif Parkir Hingga Angka Kemiskinan

by admin admin

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat memberikan sambutan di Rapat Forkopimda Kota Pekanbaru.

PEKANBARU – Kota Pekanbaru sejak di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota, Agung Nugroho dan Markarius Anwar, telah mencatatkan sebuah kemajuan terstruktur hingga melampaui target yang dijanjikan. Hal ini tentunya menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu, Kota Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan yang bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik semakin dekat ke warga dan tata kelola kota yang mulai dibenahi secara bertahap dan menyeluruh.

Komitmen kedua pemimpin baru di Kota Pekanbaru itu diawali dengan sejumlah kebijakan yang menyentuh langsung dengan masyarakat. Diawali dengan realisasi janji saat kampanye dengan menurunkan tarif parkir hingga menekan angka kemiskinan dan stunting satu tahun terakhir.

Di awal kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar, mereka langsung melakukan perubahan terhadap tarif parkir. Dari yang sebelumnya Rp2.000 untu kendaraan roda dua turun menjadi Rp1.000. Begitu juga dengan kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp3.000 turun menjadi Rp2.000.

Kemudian di sektor lingkungan, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru melakukan gerakan serbu sampah yang selanjutnya pengangkutan dilakukan oleh Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap kelurahan. Hal ini mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya dilakukan oleh kontraktor kini diambil alih oleh LPS di 83 kelurahan.

Kebijakan ini pun membuat Kota Pekanbaru bersih dari tumpukan sampah yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat. Seiring dengan peralihan pengelolaan itu, Pemko Pekanbaru bisa lebih fokus pada penindakan terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan atas ilegal.

Penindakan ini diharapkan bisa membuat pelaku atau oknum masyarakat yang membuang sampaj secara ilegal mendapat efek jera dan tak mengulangi kembali tindakannya.

Baru-baru ini, Kota Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah
melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi
energi. Masyarakat bisa menukarkan sampah jenis tertentu dan diganti dengan uang.

Kemudian dalam satu tahun Agung – Markarius juga telah melakukan penertiban terhadap tiang reklame yang berdiri di sejumlah ruas jalan protokol. Setidaknya, ada 175 tiang reklame berukuran besar telah ditebang oleh Pemko Pekanbaru.

Di saat bersamaan, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan. Dengan menggunakan Mobil AMAN, masyarakat tak perlu jauh-jauh ke kantor Dukcapil untuk mengurus administrasi kependudukan.

Selanjutnya, Pemko Pekanbaru juga sudah menangani sejumlah titik rawan banjir. Setidaknya ada 20 titik rawan banjir yang sudah diatasi Pemko Pekanbaru. Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga sudah melakukan normalisasi sungai sepanjangan 78,2 kilometer, sejumlah drainase jalan dan daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.

Upaya penanganan banjir ini juga diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon sekaligus menciptakan Pekanbaru Green City yang berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, Agung – Markarius juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa S1 dan D3, termasuk bagi penghafal Al-Quran. Kemudian mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan.

Setidaknya, dari 1.778 anak yang terjaring putus sekolah, sebanyak 757 anak di Pekanbaru dengan berbagai latar belakang kembali ke sekolah.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menyelesaikan masalah penahanan ijazah di sekolah dan membantu perlengkapan sekolah bagi siswa yang kurang mampu.

Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun, Pemko Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 kelurahan dengan mengintegrasikan pada layanan posyandu. Program itu sekaligus meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.

Selanjutnya, Pemko Pekanbaru juga membantu pemeriksaan kesehatan gratis Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok
3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya, juga turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung. Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses
menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.

Kemudian dari segi budaya dan perekonomian masyarakat, Pemko Pekanbaru menggelae Festival Kreatif Budaya Melayu. Festival itu bertujuan untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.

Pemko Pekanbaru juga mendukung gaya hidup sehat melalui iven lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.

Dalam pemberdayaan masyarakat, Pemko Pekanbaru mewujudkannya lewat program Rp100 Juta per RW. Sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 ditujukan untuk memperkuat kapasitas aparatur.

Untuk meringankan beban masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan, Pemko Pekanbaru menggelar Bazaar Pangan Murah yang berlangsung di 50 tempat untuk menjaga daya beli masyarakat.

Masih untuk melayani masyarakat, Pemko Pekanbaru melakukan perbaikan terhadap infrastruktur jalan. Tercatat lebih dari 42 kilometer jalan sudah diperbaiki, kemudian halte Bus TMP sudah diremajakan, penerangan jalan umum (PJU) dipasang kembali, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, bersama Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar, meninjau perbaikan salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru.

Di sisi keamanan, Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Walikota Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Melalui call center 112, masyarakat bisa menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan bantuan.

Dari sisi tata kelola, hutang warisan senilai Rp467 miliar berhasil dilunasi di masa kepemimpinan Agung – Markarius. Dengan kondisi saat ini, Pemko Pekanbaru mampu mendatangkan investasi baru, termasuk permudah izin. Dimana proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu
jam.

Sebagai bentuk kepedulian sesama, Pemko Pekanbaru juga mengirimkan bantuan kepada daerah yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Masing-masing daerah, Pemko Pekanbaru menyalurkan bantuan berupa unag tunai Rp1 miliar dan sembako seniliai Rp500 juta untuk masing-masing daerah.

Terakhir, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, menerima penghargaan peringkat dua nasional dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.

Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) dan Pembangunan Pekanbaru

Sejumlah PSN telah berlangsung di Kota Pekanbaru, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, satu dapur umim menyiapkan 3.000-5.000 porsi MBG per hari dan untuk melayani semua peserta didik, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita.

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat memberikan sambutan.

Kemudian PSN lainnya yakni Koperasi Merah Putih. Koperasi tersebut juga sudah didirikan di setiap kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru.

Kemudian program digitalisasi pendidikan juga masih berlangsung. Salah satu sekolah negeri di Pekanbaru mendapat smartboard atau papan tulis pintar.

Selanjutnya, Sekolah Rakyat masih dalam tahap persiapan pembangunan fisik dan lahan sudah disediakan. Saat ini, siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga beekomitmen melakukan pengentasan kemiskinan intervensi menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.

Selanjutnya, Pemko Pekanbaru juga tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah pengangkutan dan pengurangan timbulan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap kelurahan.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga melakukan pembangunan rumah swadaya dengan membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah.

Terakhir, saat ini pembangunan gas kota telah memiliki 20 ribu sambungan rumah jaringan gas. ADV

You may also like

Alternative Text