
PEKANBARU – Kenedi Santosa alias Edi Lelek, yang merupakan oknum wartawan tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, akhirnya resmi bebas tepat pada pukul 00.00 WIB, Jumat (10/4/2026) dini hari.
Bebasnya Edi Lelek ini terwujud setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur Restorative Justice (RJ). Suasana haru pun menyelimuti Polsek Bukit Raya saat Edi dibebaskan.
Dengan kembali bebasnya Edi Lelek, Muhajirin Siringo Ringo yang sudah menganggapnya seperti saudara sendiri ini sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, atas kebesaran hatinya mencabut laporan polisi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Yuniarto. Keputusan beliau untuk menyelesaikan masalah ini melalui Restorative Justice adalah bentuk kebijaksanaan yang luar biasa,” kata Muhajirin, usai menyambut bebasnya Edi Lelek.
Tak hanya kepada pelapor, tokoh aktivis yang juga Ketua Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ) Riau ini juga memuji kinerja jajaran Polsek Bukit Raya. Menurutnya, selama tiga minggu Edi Lelek ditahan, pihak kepolisian telah bekerja secara profesional dan memberikan perlakuan yang sangat baik terhadap terlapor.
“Kami berterima kasih kepada Kapolsek Bukit Raya dan seluruh jajarannya. Alhamdulillah abang saya, Edi Lelek, diperlakukan dengan sangat manusiawi selama di sel tahanan,” ucapnya.
Kemudian pihaknya juga berterima kasih kepada Kakanwil Ditjenpas Riau, Bapak Maizar, serta rekan-rekan pers yang terus mengawal dan mendukung hingga proses RJ ini berjalan lancar.
“Meski bukan saudara kandung, saya menegaskan bahwa Edi Lelek sudah saya anggap sebagai abang sendiri. Saya berjanji akan membimbing Edi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tegasnya.
Muhajirin, menyebut bahwa keberhasilan mediasi ini juga tidak terlepas dari dukungan moral para tokoh di belakang Muhajirin, salah satunya adalah Zulfahrianto atau lebih dikenal Anto Sontang, Ketua DPD APDESI Riau sekaligus Kepala Desa Sontang.
“Kanda Anto Sontang selaku Penasehat KSJ Riau selalu mendukung kegiatan positif kami. Semangat membantu sesama yang ada di KSJ jugalah yang mendorong saya untuk memperjuangkan kebebasan Edi Lelek melalui jalur damai ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa kebebasan Edi Lelek saat dini hari juga tengah malam juga menjadi kado istimewa bagi istri Muhajirin. Ia mengaku istrinya ikut hadir menjemput kepulangan Edi Lelek di Polsek Bukitraya.
“Momen ini adalah titik akhir dari perjuangan melelahkan yang kami mulai sejak masa Lebaran. Bahkan kami rela tidak menjalani liburan di Hari Raya Idulfitri tahun ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kebebasan Edi Lelek merupakan kado paling spesial bagi istrinya.
“Alhamdulillah, kini abang saya Edi Lelek telah kembali ke tengah keluarga dengan harapan baru, membawa pesan penting tentang perdamaian dan kesempatan kedua yang diberikan melalui sistem hukum RJ,” pungkasnya. ZIK

