
PEKANBARU – Hingga Oktober 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, telah mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp900 miliar lebih. Capaian tersebut berkisar 80 persen lebih dari target Rp1,185 triliun.
Hao itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, bahwa untuk capaian PAD tertinggi bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
“Kemudian dari PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” ujar Ingot Rabu (22/10/2025).
Dengan sisaa waktu yang hanya dua bulan lagi yakni November-Desember 2025, Ingot mengaku optimis realisasi PAD bisa mencapai target.
“Kita optimis mudah-mudahan tahun ini target kita bisa tercapai,” ucapnya.
Agar target PAD tercapai, Bapenda akan fokus pada penagihan hutang piutang di sektor PBB. Pasalnya, banyak piutang yang belum dibayarkan.
Di sisi lain, Bapenda juga akan melakukan intensifikasi terhadap Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta melakukan penertiban terhadap Pajak Air Tanah (PAT).
“Kondisi hari ini, saya lihat pajak air tanah belum tertata dengan baik penghitungannya. Air tanah itu berapa kubik yang dikonsumsi, itu akan kita coba dorong lagi peningkatan PAD kita dari air tanah,” pungkasnya. ZIK

