
Kepala Disnakertrans Riau, Boby Rachmat.
PEKANBARUÂ – Ratusan karyawan laporkan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau. Para karyawan mengadu lantaran gaji mereka belum dibayarkan perusahaan secara penuh.
PT SSS yang melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT Anugrah Dari Alam dan PT Mitra Adi Semesta, belum membayarkan penuh gaji karyawannya sejak Agustus 2024 lalu. Bahkan ada beberapa bulan kerja, para karyawan tidak dibayar sama sekali gajinya oleh perusahaan.
Selain itu, PT SSS juga tidak membayar penuh Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan sejak tahun 2019 hingga 2024.
Roni, salah seorang pekerja dari PT SSS mengatakan, ada 116 karyawan PT SSS yang hingga kini belum dibayarkan gajinya secara penuh oleh perusahaan. Kondisi itu terjadi sejak Agustus 2024 lalu hingga Maret 2025.
“Pada tanggal 26 Agustus, karyawan bekerja atas nama PT Anugrah Dari Alam, tetapi pada tanggal tersebut karyawan belum dibayarkan gajinya,” ujar Roni, Sabtu (24/5/2025).
Kemudian pada bulan September, kata Roni, karyawan bekerja atas nama PT Mitra Adi Semesta. Namun pada bulan itu, gaji mereka hanya dibayarkan 50 persen dari gaji pokok.
Kondisi ini terus berlanjut pada bulan Oktober, dimana karyawan tidak mendapatkan gaji sama sekali saat bekerja di PT Mitra Adi Semesta. Sementara pada bulan November, karyawan kembali menerima gaji hanya sebagian dan masih tertunggak sekitar Rp600 ribu.
Selanjutnya pada bulan Desember 2024 dan Januari 2025, karyawan PT SSS kembali tidak menerima gaji sama sekali.
“Kemudian pada bulan Februari 2025, gaji kami dibayarkan 50 persen dan bulan Maret hanya 30 persen,” katanya.
Selain gaji, Jaminan Hari Tua (JHT) dan BPJS karyawan juga tidak dibayarkan. Padahal gaji mereka dipotong terhitung bulan Juli hingga sekarang untuk pembayaran JHT dan BPJS.
Tak hanya itu, THR karyawan PT SSS sejak tahun 2019 sampai 2023 hanya dibayarkan 50 persen. Sementara THR tahun 2023-2024 belum dibayarkan.
Terkait hal itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Boby Rachmat mengakui adanya laporan tersebut. Pihaknya dalam waktu dekat akan menindaklanjuti rencana tersebut.
“Iya laporan memang ada masuk sama kita, Senin depan tim pengawasan akan turun ke lapangan (PT SSS) di Pelalawan,” ujar Boby Rachmat. (MAP)

