
PEKANBARU – Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) bersama Universitas Riau (Unri) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Senin (8/12/2025).
Penandatanganan kerjasama ini berfokus pada program 1.000 Doktor dari Riau, yang merupakan sebuah inisiatif proyek jangka panjang vital untuk memproduksi ahli-ahli bergelar doktor. Mereka ditargetkan mampu menjadi lokomotif pembangunan Riau di segala sektor.
Program 1.000 Doktor merupakan jawaban konkret atas tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Inisiatif ini mengincar potensi terbaik masyarakat Riau, baik yang berkarier di ranah lokal maupun yang tersebar di perantauan, sejalan dengan visi PMRI yakni “Raga di Rantau, Jiwa di Riau”.
Ketua Umum PMRI, Dr H Rusli Effendi SPdI SE MSi mengatakan, langkah ini menandai pergeseran fokus dari sekadar pendidikan, menjadi investasi SDM yang akan menentukan daya saing provinsi. Menurutnya, ini momentum krusial bagaimana komitmen PMRI mencetak generasi cendekiawan yang siap tanding.
“Melalui program 1.000 doktor, kami tidak hanya ingin menambah jumlah lulusan, tetapi melahirkan para ahli yang akan memberikan kontribusi signifikan, bahkan menjadi penentu kebijakan bagi kemajuan Riau dan Indonesia,” ucap Rusli, Rabu (10/12/2025).
Sementara itu, Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti MSi mengatakan bahwa, universitasnya siap menjadi basis utama bagi program masif 1.000 doktor.
“Unri, sebagai perguruan tinggi negeri terdepan tidak hanya mendukung, tetapi siap menjadi fasilitas utama yang mengakomodasi setiap calon doktor. Kerjasama ini adalah upaya kolektif untuk memastikan masyarakat Riau memiliki akses prioritas ke jenjang pendidikan tertinggi. Target 1000 doktor adalah awal dari transformasi besar di Bumi Lancang Kuning,” sebut Sri Indarti.
Menurutnya, penandatanganan MoU ini secara efektif dimulainya babak baru dengan kolaborasi yang berorientasi pada hasil dan dampak berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan segera menghasilkan akademisi dan profesional bergelar doktor yang siap memimpin inovasi.
Diketahui, dalam MoU PMRI dengan Unri dan Unilak hadir dari pihak PMRI Dr H Rusli Effendi (Ketua Umum), Drs H Tarmizi Tohor MA (Wakil Ketua Umum), Dr (HC) H Munasir Ma’adab SE MM (Sekretaris Jenderal), dan Basri SSos MIKom (Wakil Sekjen).
Sementara itu, dari pihak Universitas Riau (Unri) hadir langsung Rektor Prof Dr Sri Indarti MSi, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, serta seluruh jajaran pimpinan dan bidang terkait lainnya yang akan terlibat langsung dalam eksekusi program.
Sedangkan MoU dengan Unilak yang berlangsung Selasa (9/12/2025) hadir langsung Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS M Hum, Wakil Rektor III Dr Hardi, dan Bidang Kerjasama Internasional Dr Nurfaisal. ZIK

