
PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Pekanbaru, M Sumardany Zirnata, menjemput aspirasi masyarakat di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Rabu (11/2/2026) sore.
Dalam masa reses itu, Sumardany disambut oleh ratusan warga Air Dingin. Warga sangat berharap keluhan-keluhan mereka dapat didengar dan disampaikan kepada pemerintah daerah terkait.
Suparmi, salah seorang warga Air Dingin, menyampaikan keluhannya terkait penerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). Dirinya menyebut, penerima PKH tak lagi sesuai dengan kriteria.
“Ada rumah warga terlihat cantik tapi belum tentu beras di dalamnya. Tapi ada rumahnya jelek tapi berasnya berlimpah dan punya uang banyak,” kata Suparmi.
Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau itu untuk menyampaikan kepada dinas terkait melakukan pendataan ulang. RT dan RW perlu melakukan survei ulang terhadap warga yang menerim bantuan.
Kemudian, Suparmi juga menyampaikan keluhan terhadap seragam sekolah gratis bagi kurang mampu yang dijanjikan pemerintah daerah. Namun hingga saat ini belum terealisasi.
Selain itu, Supri, yang juga warga Kelurahan Air Dingin mengeluhkan terkait banjir yang terjadi di lingkungannya. Ia berharap ada bantuan untuk menyelesaikan banjir di wilayahnya.
Kemudian Supri juga meminta bantuan untuk pembangunan Masjid Amaliyah yang kini masih terhutang di salah satu toko bangunan terdekat.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Sumardany, menyebut bahwa aspirasi yang disampaikan warga akan disampaikan kepada pemerintah terkait. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki keinginan kewenangan masing-masing.
“Terkait penerima PKH, saat ini memang membutuhkan pemutakhiran data. Dinas terkait harus melakukan memperbarui data penerima program tersebut,” ucap Sumardany, menanggapi aspirasi warga.
Berdasarkan data itu, kata Sumardany, pemerintah akan memberikan bantuan. Hanya saja, bantuan yang diberikan pemerintah sangat terbatas.
“Mungkin dari 1000 orang yang kurang mampu, mungkin programnya hanya tersedia untuk 500 orang. Tapi saya berharap bagaimana ekonomi ini tumbuh, sehingga bantuan ini lebih sedikit,” katanya.
“Jika ekonomi tumbuh, uang banyak beredar, saya pikir masyarakat kita tidak terlalu membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Kemudian terkait seragam sekolah gratis, dirinya menyebut mungkin akan terealisasi dalam tahun ini. Pasalnya, setiap program di pemerintah itu tidak bisa langsung.
“Setiap program diusulkan tahun ini tapi dilaksanakan di tahun depan. Itu proses mekanismenya,” sebutnya.
Selanjutnya terkait bantuan pembangunan Masjid Amaliyah, dirinya akan mengusulkan agar bulan Ramadhan tahun ini Pemerintah Provinsi Riau bisa melakukan safari Ramadhan di masjid tersebut. Dengan harapan bisa meringankan beban jamaah Masjid Amaliyah.
Sementara terkait drainase yang mengakibatkan banjir, dirinya akan usulkan untuk masuk dalam pokok pikirannya. Sehingga pada tahun depan sudah bisa dilaksakan.
“Makanya kita minta alamat lengkapnya mulai dari nama jalan, RT/RW-nya nanti saya masukkan dalam pokir saya, tapi pelaksanaannya tahun depan,” pungkasnya. ZIK

