
Plh Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin
PEKANBARU – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sektor pajak, jelang akhir tahun 2025 ini sudah mencapai Rp1,1 triliun.
PAD Kota Pekanbaru dari pajak tersebut berkisar 93 persen dari target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sebesar Rp1,185 triliun.
“Jika dihitung hingga akhir tahun, capaian PAD diperkirakan bisa menembus di atas Rp1,5 triliun,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin, usai memimpin rapat pencapaian pendapatan daerah, bertempat di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat, Senin (15/12/2025).
Dengan tingginya capaian PAD tersebut, Ami sangat mengapresiasi kinerja Plt Kepala Bapenda beserta jajaran.
Perlu diketahui, Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Pj Sekdako) Ingot Ahmad Hutasuhut menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru terus mendorong Bapenda mengejar sisa target PAD menjelang akhir 2025.
Menurutnya, capaian PAD bisa ditingkatkan dengan fokus pada penagihan hutang piutang di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Di situ masih banyak piutang yang belum dibayarkan,” katanya.
Selain itu, Bapenda juga diminta melakukan intensifikasi terhadap Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta melakukan penertiban terhadap Pajak Air Tanah (PAT).
“Kondisi hari ini, saya lihat pajak air tanah belum tertata dengan baik penghitungannya. Air tanah itu berapa kubik yang dikonsumsi, itu akan kita coba dorong lagi peningkatan PAD kita dari air tanah,” pungkas Ingot. ZIK

