
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri
PEKANBARU – Seratus hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Abdul Wahid – SF Hariyanto, sejak dilantik 20 Februari lalu dinilai hanya melakukan safari politik.
Seharusnya, di tengah kondisi keuangan yang sulit, Gubernur dan Wakil Gubernur melakukan upaya intensif dan ekstrem dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kritikan pedas tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Riau, Edi Basri, Senin (2/6/2025). Seiring tidak adanya dana untuk pembangunan daerah, Gubernur seharusnya melakukan upaya yang bisa meningkatkan penerimaan daerah.
“Kerja yang beliau lakukan dan kita saksikan hanya melakukan safari politik dalam kaitan untuk melakukan negosiasi dan lain hal sebagainya. Tetapi kalau saya berpendapat bahwa beliau itu harusnya cenderung melakukan upaya intensif dan ekstrem dalam kaitan menambah PAD yang ada di daerah,” ujar Edi, yang juga Ketua Komisi III DPRD Riau.
Seharusnya, kata Edi, Gubernur lebih lebih fokus kepada peningkatan penerimaan daerah daripada melakukan safari politik ke lembaga-lembaga yang ada di Jakarta.
“Karena di Jakarta sendiri sudah memberikan ketentuan sendiri untuk daerah. Karena di daerah itu terjadi Inefisiensi Spending. Artinya 35 persen anggaran daerah itu dibelanjakan secara serampangan, tidak tepat guna, royal, ataupun mark up dan sebagainya,” ungkapnya.
Menurutnya, inefisiensi inilah yang perlu diperbaiki daerah agar anggaran tepat guna.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau harus melakukan peningkatan PAD melalui langkah-langkah yang mungkin dengan melakukan upaya sedikit ekstrem.kewajibannya Seperti menindak tegas perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya.
“Seperti saat ini, terjadi kerusakan jalan yang begitu marak, di sisi lain kita tidak punya anggaran yang cukup untuk memperbaiki jalan. Seharusnya dilakukan tindakan tegas terhadap pengguna jalan yang tidak sesuai aturan, sehingga kerusakan itu tidak berlanjut,” tegasnya.
Tapi apa yang terjadi, kata Edi, Pemerintah Provinsi Riau mencari uang sebanyak-banyaknya kemudian dibangun jalan juga akan hancur jika masih ada mesin penghancur.
“Menurut saya dihentikan dulu mesin penghancur itu, supaya jalan bisa dibangun dan bermanfaat sampai dengan masa yang kita inginkan,” jelasnya. MAP

